Sambil bercanda, Purbaya bahkan menantang para pejabat negara lainnya untuk tidak ragu ikut serta berburu barang di kanal resmi pemerintah tersebut.
“Saya pernah beli lelang, Pak, dapat tanah, lumayanlah. Boleh kan pejabat? Boleh nggak, Pak? Boleh ya? Saya pengen dapat yang murah juga. Nggak murah-murah amat kayaknya ya, harganya naik kan ya? Kalau saya lihat itu harganya akhirnya, awalnya pembukaannya murah, tapi akhirnya tinggi juga. Tapi saya pengen tahu, Bu. Sama pejabat lain juga disuruh beli kalau ada. Mungkin mereka nggak berani beli ya, Pak ya? Sudah pada kaya kali ya? Cuma saya saja yang duitnya pas-pasan,” ungkapnya.
Di luar aspek kelakar tersebut, Purbaya menanggapi secara serius laporan dari Badan Pemulihan Aset (BPA) mengenai adanya tiga pemenang lelang BPA Fair 2026 yang dinyatakan gugur karena tidak melunasi pembayaran sesuai tenggat waktu yang ditentukan.
Purbaya memastikan bahwa sesuai regulasi yang berlaku, uang jaminan yang telah disetorkan oleh peserta yang wanprestasi tersebut secara otomatis menjadi milik negara.
“Tadi saya dengar ada tiga yang tidak dilunasi ya, Pak ya? Kalau begitu uangnya dikuasai kita ya, Pak ya? Kan dia harus naruh ya? Berapa? 10 persen ya?” tegas Purbaya.