“Ke depan, pada Juni 2026 Bank Indonesia tetap optimis bahwa inflasi dapat dijaga dalam kisaran target, meskipun risiko jangka pendek meningkat akibat tekanan pasokan pangan yang masih berlanjut serta penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green 95,” jelasnya.
Dari sisi ekonomi internasional, pasar mendapatkan sentimen positif menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran energi vital. Momentum ini diharapkan mampu meredam dan menurunkan harga minyak mentah di pasar global secara bertahap.
Namun, meskipun grafik harga minyak mulai melandai dari level puncaknya, efek jeda (lag effect) dari pembengkakan biaya energi sebelumnya terhadap harga konsumen secara makro diprediksi tetap menjaga inflasi global berada di level tinggi dalam jangka pendek.
“Oleh karena itu, the Fed memiliki ruang yang terbatas untuk memangkas suku bunga, di mana sebagian analis memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga sepanjang 2026,” pungkas Riefky.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.