Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Yakinkan Investor China, Siap Borong Panda Bond

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2026 |13:44 WIB
Purbaya Yakinkan Investor China, Siap Borong Panda Bond
Purbaya Yakinkan Investor China, Siap Borong Panda Bond (Foto: Kemenkeu)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memulihkan sekaligus mempertebal kepercayaan pasar modal di China terhadap resiliensi fiskal Indonesia. 

Langkah diplomasi ekonomi proaktif ini sukses membalikkan sentimen negatif yang sempat diembuskan oleh sejumlah lembaga pemeringkat internasional terkait kesinambungan anggaran negara.

Purbaya mengungkapkan bahwa sebelum adanya pertemuan tatap muka dan penjelasan detail dari otoritas keuangan Indonesia, para pelaku pasar dan investor di China memang sempat mengkhawatirkan keberlanjutan arah kebijakan fiskal domestik.

"Sama juga mereka tadinya concern terhadap kondisi fiskal kita. Karena kan dibilang nggak berkesinambungan dan lain-lain. Apalagi banyak lembaga pemeringkat yang memberi sinyal seolah-olah negatif ke negara kita," kata Purbaya di Beijing, Kamis (18/6/2026).

Namun, setelah jajaran Kementerian Keuangan memaparkan strategi pengelolaan utang yang disiplin serta indikator makroekonomi Indonesia yang tetap kokoh, persepsi para investor global di China langsung berbalik positif.

Sebagai bentuk kepercayaan nyata, komunitas investasi di China memberikan sinyal kuat untuk menyerap instrumen surat utang berdenominasi mata uang Yuan (sovereign Panda Bond) yang tengah dipersiapkan oleh Pemerintah Indonesia. Langkah diversifikasi ini bernilai strategis bagi pendalaman pasar keuangan nasional.

"Setelah dijelaskan tadi bahwa kondisi fiskal kita seperti apa, mereka sekarang yakin bahwa kondisi fiskal kita baik dan mereka bilang bahwa mereka hampir pasti akan membeli Panda Bond yang akan kita terbitkan," tegas Purbaya.

 

Selain mengamankan komitmen dari para investor retail dan institusional China untuk instrumen Panda Bond, safari kerja Menkeu Purbaya di Beijing juga membuahkan hasil konkret dalam pertemuan mendalam bersama Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Pemerintah Indonesia berhasil mengunci komitmen pendanaan jumbo senilai USD17 miliar (setara Rp278 triliun) yang akan dicairkan secara bertahap untuk mengawal proyek-proyek strategis nasional sepanjang periode tahun 2025 hingga 2029.

"Jadi kondisi, diskusi dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) cukup menarik dan cukup dalam. Yang paling penting adalah kita bisa berhasil mengamankan pendanaan sekitar USD17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025 sampai 2029," kata Purbaya.

Tidak hanya itu, AIIB juga menyampaikan niatnya untuk melakukan ekspansi operasional dengan mendirikan kantor cabang di Ibu Kota.

"Itu kontribusi yang amat besar untuk pembiayaan proyek-proyek di Indonesia. Selain itu AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menerima baik niat mereka itu dan saya harapkan Juni tahun depan kantornya sudah berdiri," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement