BPS juga mencatat nilai ekspor Indonesia pada Mei 2026 sebesar USD23,20 miliar, turun 5,73 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi BPS Ateng Hartono menjelaskan penurunan terutama berasal dari kinerja ekspor nonmigas.
Ekspor nonmigas pada Mei 2026 tercatat sebesar USD22,45 miliar atau turun 4,50 persen dibandingkan Mei 2025.
“Penurunan nilai ekspor Mei terutama didorong oleh ekspor nonmigas. Komoditas logam mulia, perhiasan, dan permata turun 59,35 persen dengan andil -2,93 persen terhadap perubahan total ekspor,” jelas Ateng.
Secara kumulatif Januari–Mei 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD115,36 miliar, tumbuh 3,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor migas tercatat turun 12,71 persen menjadi USD5,17 miliar, sedangkan ekspor nonmigas tumbuh 3,89 persen menjadi USD110,19 miliar.