Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Sempat Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ditutup Melemah ke Rp17.995

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2026 |15:40 WIB
Rupiah Sempat Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ditutup Melemah ke Rp17.995
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

Pada akhirnya, lembaga pemeringkat tersebut memperingatkan bahwa tekanan berkepanjangan dapat meningkatkan utang dan biaya pinjaman pemerintah sekaligus memperbesar risiko penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia, yang pada Maret 2026 masih dipertahankan di level BBB dengan prospek (outlook) direvisi menjadi negatif.

Selain Fitch Ratings, pasar juga gelisah setelah neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026, sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.

Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar dengan meningkatkan intensitasnya untuk memastikan mekanisme pasar berjalan baik. Sebagai bagian dari strategi stabilisasi, intervensi dilakukan secara berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Bank sentral juga terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan korporasi maupun pelaku pasar untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.990-Rp18.050 per dolar AS.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement