Sejalan dengan meningkatnya volume pengiriman barang retail tersebut, KAI Logistik terus memperkuat kesiapan operasional melalui peningkatan kapasitas angkut dan perluasan jaringan layanan. Sejak Mei 2026, kapasitas layanan KA ONS Utara relasi pulang pergi Jakarta Gudang–Surabaya (PP) meningkat dari 80.000 kilogram menjadi 55.000 kilogram per hari untuk keberangkatan dari Jakarta dan menjadi 50.000 kilogram per hari dari Surabaya. Sementara itu, kapasitas layanan KA ONS Tengah relasi Jakarta Gudang–Malang (PP) meningkat dari 70.000 kilogram menjadi 92.000 kilogram per hari. Perusahaan juga menambah 16 titik service point KALOG Express baru di sejumlah wilayah Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Magetan, Sleman, Bojonegoro, dan Surabaya, guna memperluas akses layanan bagi masyarakat.
Selain memperkuat infrastruktur layanan, KAI Logistik juga terus mengembangkan transformasi digital melalui aplikasi KAI Logistik TRAX untuk menghadirkan pengalaman pengiriman yang lebih mudah, cepat, dan transparan. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun layanan logistik yang modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pelanggan.
Aniek mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja Semester I 2026 merupakan hasil dari upaya perusahaan yang secara konsisten memperkuat kualitas layanan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. "Pertumbuhan layanan KALOG Express sejalan dengan meningkatnya kebutuhan jasa pengiriman di Indonesia. Kami akan terus memperkuat layanan melalui digitalisasi, perluasan jaringan, dan peningkatan kapasitas operasional agar dapat memberikan layanan logistik yang semakin andal, efisien, dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Kami optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus berkontribusi lebih besar bagi sektor logistik nasional," tutup Aniek.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.