Rizal menjelaskan, setiap gudang yang dibangun akan memiliki kapasitas penyimpanan minimal 1.000 ton hingga maksimal 3.500 ton. Menurutnya, saat ini Bulog memiliki sekitar 16 gudang di Papua. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menjangkau seluruh wilayah.
"Dan ini akan bertambah terus. Kalau gudang Bulog di Papua sekitar 16 gudang, itu masih sangat kurang menurut kami. Idealnya minimal harus ada 30 atau 40 gudang karena untuk mencukupi kebutuhan seluruh kabupaten dan kota di sana. Sebab, tidak semua kabupaten dan kota memiliki gudang," sebutnya.
Adapun dalam proses penyimpanan dan distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah, Bulog juga menggandeng TNI dan Polri untuk memastikan penyaluran berjalan aman hingga sampai ke masyarakat.
"Khusus Papua, mulai proses distribusi hingga penyaluran, kami bersinergi dengan TNI dan Polri untuk memastikan CBP sampai ke tangan masyarakat dengan aman. Terutama di Papua Pegunungan dan Papua Tengah yang menjadi perhatian. Untuk wilayah Papua lainnya relatif aman dan tidak ada masalah," pungkas Rizal.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.