Pendataan di Negeri Jiran ini secara spesifik bertujuan untuk menjangkau sektor ekonomi informal, serta mengukur kontribusi riil dari ekonomi gig (gig economy) dan ekosistem platform digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.
Sementara itu, Jepang juga menggelar Economic Census for Business Activity 2026 pada periode Mei hingga Juni 2026 dengan frekuensi lima tahun sekali.
Fokus utama dari otoritas statistik Jepang adalah untuk memetakan kondisi akuntansi serta aktivitas manajemen seluruh perusahaan di Jepang secara komprehensif guna menjaga kestabilan pasar modal mereka.
Di wilayah Asia Tenggara lainnya, Vietnam melaksanakan National Economic Census 2026 dengan siklus lima tahunan yang bergulir pada periode 5 Januari hingga 31 Maret 2026.
Langkah ini diambil oleh Pemerintah Vietnam khusus untuk mengevaluasi dan merumuskan ulang rencana pembangunan sosial-ekonomi nasional pasca-target lima tahunan yang telah mereka canangkan sebelumnya.
Terakhir, lompatan statistik bersejarah dilakukan oleh Zimbabwe melalui badan ZimStat yang menyelenggarakan Inaugural Economic Census 2026 pada kurun waktu Januari 2025 hingga triwulan pertama tahun 2026.
Agenda ini menjadi sensus ekonomi yang baru pertama kali diadakan di negara tersebut, dengan target strategis menyusun basis data profil ekonomi perdana demi mendukung jalannya Strategi Pembangunan Nasional (National Development Strategy/NDS) mereka ke depan.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.