Selain mencermati fluktuasi harga CPO, pemerintah juga melihat pertimbangan bisnis dalam merencanakan kenaikan harga MinyaKita. Ini tak terlepas dari eksportir yang menunaikan kewajiban DMO dengan memasok MinyaKita sedang dilanda minus biaya produksi migor tersebut.
Hanya berjarak tidak sampai satu bulan, Mendag Budi lantas menganulir pernyataannya soal kenaikan harga MinyaKita. Dia lantas membatalkan wacana kenaikan harga dalam waktu dekat seperti yang diutarakan sebelumnya.
Seturut itu, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) juga mengafirmasi keputusan Budi yang urung menaikkan harga karena mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
“Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan harga eceran tertinggi atau HET Minyakita di angka Rp15.700 per liter, meskipun biaya produksi meningkat akibat kenaikan harga minyak sawit dunia. Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam keterangan resminya, dikutip 24 Juni 2026.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.