Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI Buka Ruang Diskusi Bagi Emiten yang Masuk Daftar Pengawasan, Investor Diminta Tetap Rasional

Rohman Wibowo , Jurnalis-Rabu, 15 Juli 2026 |08:07 WIB
BEI Buka Ruang Diskusi Bagi Emiten yang Masuk Daftar Pengawasan, Investor Diminta Tetap Rasional
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka ruang diskusi bagi emiten yang masuk radar pemantauan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. (Foto :Okezone.com/Aldhi Chandra)
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka ruang diskusi bagi emiten yang masuk radar pemantauan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Hal ini seiring dengan imbauan otoritas bursa kepada para investor agar tetap berhati-hati dan bertindak rasional dalam mengambil keputusan investasi di pasar modal.

Otoritas bursa menegaskan komitmennya untuk membantu emiten yang terindikasi HSC agar dapat segera memulihkan likuiditas saham mereka di pasar reguler. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong perusahaan tercatat melakukan aksi korporasi yang sehat demi memperluas penyebaran kepemilikan saham kepada publik.

"Terhadap saham-saham yang terindikasi high shareholding concentration, tentu kami membuka ruang untuk berdiskusi. Tentu diharapkan perusahaan tersebut bisa melakukan necessary actions untuk mendistribusikan sahamnya secara lebih baik di pasar. Apabila itu sudah dilakukan, tentu dapat disampaikan kepada kami untuk kami screening ulang atau bisa masuk dalam screening periodik yang setiap tiga bulan akan kami lakukan," ujar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Otoritas bursa menekankan bahwa mekanisme evaluasi berkala setiap tiga bulan dirancang untuk memantau pergerakan transaksi saham secara transparan. Jika emiten berhasil mendistribusikan kembali kepemilikan sahamnya kepada publik dengan porsi yang lebih ideal, bursa akan mengumumkan penutupan status HSC (closing announcement) atas saham tersebut.

Melalui keterbukaan ini, bursa berupaya memitigasi risiko volatilitas ekstrem sekaligus menjaga stabilitas perdagangan saham di pasar modal.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement