Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perusahaan Biofarmasi Jepang Investasi Rp539 Miliar di Industri Plasma Indonesia 

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 16 Juli 2026 |12:00 WIB
Perusahaan Biofarmasi Jepang Investasi Rp539 Miliar di Industri Plasma Indonesia 
Investasi perusahaan biofarmasi asal Jepang, Takeda, dalam pengembangan ekosistem produk obat derivat plasma (PODP) di Indonesia. (foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan komitmen investasi perusahaan biofarmasi asal Jepang, Takeda, dalam pengembangan ekosistem produk obat derivat plasma (PODP) di Indonesia.

Pada tahap awal, Takeda berkomitmen mengucurkan investasi hingga USD30 juta atau setara Rp539 miliar dalam kurun waktu dua tahun untuk membangun jaringan bank plasma sebagai fondasi utama industri plasma nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menyatakan kehadiran investasi Takeda mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor global terhadap prospek iklim investasi di Indonesia, khususnya pada sektor industri kesehatan berbasis teknologi tinggi.

"Investasi ini merupakan investasi strategis yang tidak hanya menghadirkan tambahan modal, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja berketerampilan tinggi. Pemerintah terus mendorong investasi yang memberikan nilai tambah dan memperkuat kapasitas industri nasional sehingga Indonesia dapat menjadi pusat manufaktur dan inovasi kesehatan di kawasan," ujar Rosan dalam keterangan resmi yang dikutip, Kamis (16/7/2026).

Kemitraan ini selaras dengan peta jalan transformasi ekonomi nasional melalui hilirisasi di berbagai sektor prioritas, termasuk industri kesehatan, untuk meningkatkan daya saing manufaktur domestik sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Selama ini, Jepang konsisten menjadi salah satu mitra investasi utama Indonesia.

Berdasarkan laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jepang menempati peringkat kelima sebagai investor terbesar di Indonesia pada triwulan I 2026 dengan nilai realisasi investasi mencapai USD1 miliar.

Secara kumulatif, realisasi investasi Jepang sepanjang periode 2021 hingga triwulan I 2026 mencapai USD18,1 miliar. Nilai tersebut mencatat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 13,2 persen dan menyerap sebanyak 299.460 tenaga kerja.

Rekam jejak kemitraan yang kuat ini menjadi landasan untuk terus memperluas kolaborasi investasi di sektor-sektor prioritas, termasuk industri kesehatan.

Melalui kerja sama ini, pemerintah menargetkan peningkatan akses masyarakat terhadap produk obat derivat plasma yang sangat dibutuhkan sekaligus mendorong pengembangan ekosistem industri biofarmasi nasional yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal pengembangan jaringan plasma nasional berstandar global, bank plasma pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement