JAKARTA – Pembangunan Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Maluku. Salah satunya melalui komitmen memprioritaskan 30 persen tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mendukung operasional fasilitas pengolahan.
"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30 persennya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai groundbreaking Blok Abadi Masela di Tanimbar, Kamis (16/7/2026).
Bahlil mengatakan proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang besar, baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Selain meningkatkan penerimaan negara, proyek tersebut juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30 persennya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," kata Bahlil.
Menurutnya, manfaat proyek tidak hanya berhenti pada penciptaan lapangan kerja. Saat mulai beroperasi, Lapangan Abadi Masela diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar USD137,8 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.