Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kembangkan Desa Energi, Limbah Peternakan Disulap Jadi Cuan

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2026 |19:05 WIB
Kembangkan Desa Energi, Limbah Peternakan Disulap Jadi Cuan
Kembangkan Desa Energi, Limbah Peternakan Disulap Jadi Cuan (Foto: Dokumentasi PLN EPI)
A
A
A

Program ini mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, pengolahan pupuk organik, pengembangan hijauan pakan, hingga biomassa dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, limbah peternakan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini menjadi sumber nilai tambah yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Salah satu implementasi utama program adalah pemanfaatan kotoran Kambing Peranakan Etawa (PE) dan Sapi sebagai bahan baku pupuk organik. Hingga saat ini sekitar 350 kilogram kotoran ternak telah dimanfaatkan sebagai campuran produksi pupuk organik. 

Selama hampir dua tahun pelaksanaan program, total produksi limbah ternak diperkirakan mencapai sekitar 23 ton di Kalurahan Gombang dan 15 ton di Kalurahan Karangasem yang dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertanian terpadu.

Selain memberikan tambahan pendapatan, pemanfaatan pupuk organik juga membantu menekan biaya produksi petani. Jika kebutuhan 14 ton pupuk dipenuhi menggunakan pupuk urea, masyarakat diperkirakan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp91 juta. Dengan memanfaatkan pupuk organik hasil produksi kelompok, terdapat potensi penghematan biaya hingga sekitar Rp75.6 Juta sehingga meningkatkan efisiensi usaha tani masyarakat.

Mamit menambahkan bahwa PLN EPI akan terus memperkuat kapasitas kelompok melalui pendampingan teknis, pengembangan kelembagaan, serta peningkatan kualitas produk agar Desa Berdaya Energi mampu menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

"Kami berharap keberhasilan kelompok masyarakat di Gunungkidul ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ketika limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi, maka masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi sirkular yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan," kata Mamit.

Sementara, Ketua Gapoktan Asem Mulya di Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Sunarto mengatakan, pendampingan PLN EPI telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah peternakan.

"Sebelumnya kotoran ternak hanya dianggap sebagai limbah. Sekarang kami mampu mengolahnya menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk lahan pertanian dan memiliki nilai jual. Program ini membuat kami semakin memahami pentingnya memanfaatkan potensi yang ada di desa untuk meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus menjaga lingkungan," ujarnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement