Langkah efisiensi ini tidak berhenti di sini. Pemerintah menargetkan bahwa pada 31 Desember 2027, jumlah BUMN akan disederhanakan menjadi maksimal 350 perusahaan. Artinya, akan ada sekitar 700 entitas yang ditutup atau digabungkan sepanjang periode tersebut.
Dampak ekonomi dari perampingan ini pun sangat nyata bagi keuangan negara. Pemangkasan 250 anak dan cucu perusahaan tersebut berhasil memotong biaya operasional yang selama ini membebani APBN.
"Dan ada laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun. Rp50 triliun misal untuk gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun," tegas Prabowo.
Presiden optimistis angka penghematan tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya proses konsolidasi. Bahkan, ia memproyeksikan potensi efisiensi pada akhir tahun 2026 nanti bisa mencapai angka Rp70 hingga Rp80 triliun, yang nantinya dapat dialokasikan kembali untuk kepentingan pembangunan rakyat.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.