KAI Logistik juga mulai memperluas layanan Business to Business (B2B) dengan menghadirkan angkutan Crude Palm Oil (CPO) di wilayah Sumatera Utara. Hingga akhir semester I-2026, layanan tersebut telah berkontribusi terhadap pengelolaan volume sekitar 28 ribu ton.
Ke depan, perusahaan menargetkan layanan angkutan CPO mampu mencapai volume hingga 200 ribu ton per tahun sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis nasional sekaligus memperluas pangsa pasar logistik berbasis kereta api.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026, KAI Logistik telah menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada penguatan aspek operasional, komersial, dan pengembangan infrastruktur.
Menurut Yuskal, keunggulan moda kereta api tidak hanya terletak pada kapasitas angkutnya, tetapi juga pada aspek keselamatan, ketepatan waktu, serta efisiensi operasional yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
"Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat sistem keselamatan, meningkatkan tata kelola operasional, serta menghadirkan inovasi layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.