Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekspansi Kendaraan Listrik China Meroket, Tembus Lima Besar Pasar Otomotif RI

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 23 Juli 2026 |21:27 WIB
Ekspansi Kendaraan Listrik China Meroket, Tembus Lima Besar Pasar Otomotif RI
Pemerintah memperkuat neraca perdagangan melalui perluasan investasi industri otomotif bersama Tiongkok. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah memperkuat neraca perdagangan melalui perluasan investasi industri otomotif bersama Tiongkok. Kemitraan ini diarahkan untuk memperkuat manufaktur nasional sekaligus menjaga keseimbangan arus perdagangan kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya penetrasi kendaraan listrik asal Tiongkok yang kini mulai mendominasi pasar otomotif domestik. Hal itu disampaikan Airlangga dalam pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, dan 30 delegasi bisnis asal Tiongkok di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Di otomotif, Indonesia mendorong keberadaan perusahaan otomotif China. Kita tahu ada BYD, ada Chery, dan yang lain, dan mereka sekarang sudah menembus market share lima besar di Indonesia," kata Airlangga, Kamis (23/7/2026).

Selain memperkuat industri otomotif, Airlangga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan neraca perdagangan kedua negara agar hubungan ekonomi memberikan nilai tambah yang proporsional.

Meski terdapat perbedaan pencatatan data perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok, Airlangga menilai hubungan ekonomi bilateral kedua negara tetap berjalan kuat.

"Kerja sama antara China dan Indonesia berdasarkan data Indonesia sebesar 154 miliar dolar AS, sedangkan data China 160 miliar dolar AS. Ada yang menarik, dari sisi Indonesia merasa ada trade deficit sebesar 5,5 miliar dolar AS, namun dari data China per Juni kemarin Indonesia justru ada positif 5,5 miliar dolar AS," jelas Airlangga.

Airlangga menjelaskan, komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok saat ini didominasi ferroalloy, bijih besi (iron ore), batu bara, dan minyak kelapa sawit. Sementara itu, Indonesia mengimpor sejumlah produk dari Tiongkok, seperti peralatan komunikasi, mesin modal (capital goods), serta produk elektronik.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement