Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Menteri PU Disorot Naik Jet Pribadi hingga Urus Cuti Pegawai Kementerian

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 26 Juli 2026 |07:01 WIB
5 Fakta Menteri PU Disorot Naik Jet Pribadi hingga Urus Cuti Pegawai Kementerian
5 Fakta Menteri PU Disorot Naik Jet Pribadi hingga Urus Cuti Pegawai Kementerian (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo disorot usai disebut menggunakan private jet atau jet pribadi saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur. 

Tidak hanya itu, dirinya juga kini mengurusi cuti para pegawai Kementerian PU. Kabar ini ramai dibahas di media sosial.

Tak ingin berpolemik lebih panjang, Menteri PU akhirnya buka-bukaan perihal kabar naik jet pribadi dan klarifikasi soal urusan cuti pegawai Kementerian PU.

Berikut ini Okezone rangkum fakta-faktanya, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

1. Menteri PU Bantah Naik Jet Pribadi

Menteri PU  Dody Hanggodo membantah kabar yang menyebut dirinya menggunakan private jet saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur. 

Dody menegaskan pesawat yang digunakannya merupakan armada milik negara yang dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan, bukan pesawat sewaan pribadi.

“Bukan, itu adalah pesawat milik negara yang dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan,” kata Dody, Kamis (23/7/2026).

2. Jadwal Kunjungan Kerja

Dody menjelaskan penggunaan pesawat nonkomersial dilakukan untuk menunjang mobilitasnya yang padat selama menjalankan tugas. Menurut dia, jadwal kerja yang padat di Jakarta membuat keberangkatannya kerap berada di luar jam operasional penerbangan komersial.

“Kalau saya mendarat di bandara komersial itu lebih karena waktu. Banyak kesibukan di kantor pusat Jakarta, sehingga saya baru bisa berangkat di luar jadwal resmi penerbangan komersial,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam sehari dirinya dapat berpindah ke dua hingga tiga provinsi atau mengunjungi beberapa kabupaten untuk memantau perkembangan proyek infrastruktur.

"Dalam satu hari saya bisa berpindah dua sampai tiga provinsi, bisa berpindah dua sampai tiga kabupaten. Makanya perlu menggunakan penerbangan nonkomersial,” ucap Dody.

Selain itu, Dody mengatakan aktivitas kerjanya di daerah tujuan kerap berlangsung hingga larut malam sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke lokasi lain pada hari berikutnya.

Oleh karena itu, Dody menegaskan penggunaan pesawat negara semata-mata untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, bukan menggunakan private jet sebagaimana isu yang beredar.

"Sampai saat ini, sepengetahuan saya, saya lebih suka tetap menggunakan pesawat negara, bukan private jet seperti yang disebutkan selama ini,” tutur Dody.

 

3. Cuti Pegawai Kementerian PU

Sementara itu, Menteri PU mengakui seluruh izin cuti pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum harus atas persetujuan dirinya. 

Hal itu dilakukan sebab banyak izin bodong dan surat sakit palsu yang ditemukan oleh dirinya. 

4. Menteri PU Sebut Banyak Izin Palsu

Menteri PU mengatakan bahwa hal itu sudah dilakukan sejak dua hingga tiga bulan kebelakang. Di mana memang sebelumnya persetujuan izin cuti diserahkan kepada Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal dibawahnya.

Namun seiring berjalannya waktu, ia merasa ada sesuatu yang janggal dan akhirnya meminta agar semua cuti atas persetujuan dirinya agar bisa mengkonfirmasi rasa janggalnya.

“Penarikan remnya sudah agak lama lah, mungkin sekitar dua sampai tiga bulan lalu. Cuti itu zaman dulu memang saya serahkan semua ke bawah, sekjen, terus ke dirjen, dan seterusnya. Terus saya kok merasa ada yang nggak beres gitu loh. Ini saya tarik rem supaya semua lari ke saya. Kalau semua lari ke saya kan saya bisa ngecek,” kata Dody saat diwawancarai di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum.

Saat semua izin harus melalui persetujuan dirinya, ia menemukan banyak izin bodong dan surat izin palsu. Dari hal tersebut, ia akhirnya bisa meminta kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan untuk mengecek apakah memang benar izin tersebut bodong dan surat yang digunakan adalah palsu untuk mengkonfirmasi kecurigaannya. 

"Ternyata izinnya banyak yang bodong, izin bodong itu maksudnya surat sakit palsu, surat apa palsu. Kalau barang itu jatuh ke saya, kan saya bisa perintahkan Irjen untuk ngecek. Begitu saya tarik rem, semua lari ke saya, baru saya suruh cek satu-satu. Kalau ada izin cuti kira-kira lampiran dokumennya mencurigakan, saya bisa suruh Irjen untuk tolong cek deh ini benar enggak nih,” ucap dia. 

5. Bentuk ASN Berkualitas

Meski menambah pekerjaan dengan mengurusi cuti pegawai, Dody mengaku tidak keberatan, mengingat tugasnya sebagai menteri yang merupakan pembantu presiden salah satunya adalah membentuk ASN yang berkualitas.

"Menurut saya pribadi memang itu beban. Cuma gini, kan tadi saya sampaikan sebagai pembantu Presiden, tugas saya juga meyakinkan kepada Presiden bahwa statecraft yang ketiga membentuk ASN yang berkualitas, itu juga saya kerjakan gitu. Ini dalam rangka saya membentuk ASN Kementerian PU yang lebih berkualitas, yang lebih berintegritas, yang lebih berakhlak, yang selalu menghadirkan Tuhan di hatinya,” pungkas Dody. 


 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement