Kehadiran Destry Damayanti di pucuk pimpinan sementara juga dipandang sebagai jangkar stabilitas yang ideal bagi pelaku pasar dan investor asing.
Jam terbang Destry di jajaran pimpinan BI sejak 2019 serta rekam jejak panjangnya di industri perbankan dan pasar keuangan nasional dinilai mampu menjaga kesinambungan arah kebijakan makroekonomi.
“Rekam jejak itu menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap perilaku pelaku pasar, pergerakan modal, perbankan, surat berharga, dan pembentukan harapan investor. Fokusnya di BI juga mencakup pengembangan pasar uang dan valuta asing serta stabilitas nilai tukar rupiah. Karena itu, cara BI membaca pasar dan mengelola rupiah kemungkinan tidak akan berubah secara mendadak,” ungkap Josua.
Optimisme terhadap proses transisi ini juga diperkuat oleh arah kebijakan yang telah ditetapkan, termasuk keputusan RDG Juli 2026 yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen guna mengendalikan inflasi dan menjaga daya tarik aliran modal asing.
Meski demikian, untuk mempertahankan kepercayaan pelaku pasar selama masa transisi, Josua menekankan pentingnya efektivitas komunikasi publik dari BI dan pemerintah.