Selain mudah ditemukan, konten komunikasi publik juga dituntut memiliki daya tarik visual agar berpotensi disebarluaskan secara masif oleh pengguna media sosial. Indikator keberhasilan kampanye digital tidak hanya diukur dari jumlah penayangan, melainkan dari tingkat interaksi aktif pemirsa terhadap unggahan tersebut.
"Konten harus shareable dan menarik. Foto, infografis, serta video harus bagus karena semakin banyak yang share, berarti konten dianggap penting. Di media sosial ukuran pertama adalah views, baru setelah views terlampaui kita bicara engagement seperti retweet, komentar, share, dan menyimpan konten," kata Pung.
Selain dibekali rumus dasar penulisan, para insan humas Taspen juga diedukasi teknik persiapan untuk kecakapan bicara di depan umum. Pembaca berita IMG, Wicky Adrian memberi tips untuk memastikan kelancaran bicara.
Mulai dari perenggangan area rahang wajah dan mulut seperti pelafalan 'A, I, U, E, O' hingga peserta diminta menirukan gestur 'lion face' atau singa saat membuka besar-besar mulutnya. Ini ditujukan agar merefleksikan otot wajah dan membantu penguatan intonasi serta artikulasi.
Tak selesai di situ, para humas Taspen juga diajak berkeliling ke sejumlah studio IMG. Mereka melihat bagaimana kerja-kerja seorang pembaca berita dan kameraman dalam menggarap acara iNews siang. Juga, mereka diajak melongok ruang kontrol yang menjadi sarana sirkulasi konten media sebelum akhirnya bisa dinikmati oleh penonton di televisi atau gadget-nya masing-masing.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.