Sementara itu, belanja negara hingga akhir Juni 2026 tumbuh 18,2 persen. Menurut Prabowo, peningkatan belanja tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan perekonomian nasional.
“Belanja negara kita arahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
Meski belanja negara tumbuh cukup kuat, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal. Hingga akhir Juni 2026, defisit APBN tercatat sebesar 0,91 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menurut Prabowo, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan kehati-hatian dalam mengelola keuangan negara.
“Ini adalah bukti bahwa keberpihakan pada rakyat dapat berjalan bersama dengan disiplin fiskal. Kita tidak memilih pertumbuhan atau kehati-hatian. Kita memilih keduanya dan kita melakukan keduanya,” tutur Prabowo.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.