Djoko juga mengingatkan agar insentif dan potongan harga tidak mendorong masyarakat membeli motor listrik sebagai kendaraan tambahan. Hal ini, menurutnya, perlu diperhatikan guna menjaga jumlah kendaraan agar tidak semakin padat.
"Insentif dan pemotongan harga pada motor listrik nasional berpotensi memicu lonjakan kepemilikan kendaraan pribadi. Jika masyarakat membeli motor listrik hanya sebagai kendaraan tambahan, bukan menggantikan kendaraan lama atau beralih ke angkutan umum, ruang jalan akan semakin padat," terang Djoko.
Menurutnya, elektrifikasi kendaraan pribadi pada dasarnya hanya mengubah sumber emisi dari bahan bakar fosil menjadi energi listrik, tanpa secara langsung mengurangi volume kendaraan di jalan.
"Pada dasarnya, motor listrik nasional sekadar mengalihkan sumber emisi dari bahan bakar fosil ke energi listrik, tanpa mengurangi volume kemacetan di perkotaan. Solusi utama untuk mengurai kemacetan tetap bertumpu pada penguatan dan elektrifikasi transportasi umum massal," tandasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.