Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CNG Kurangi Impor LPG, Orkestrasi PGN Salurkan Gas Bumi ke Rumah Tangga-Industri

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2026 |08:02 WIB
CNG Kurangi Impor LPG, Orkestrasi PGN Salurkan Gas Bumi ke Rumah Tangga-Industri
CNG Kurangi Impor LPG, Orkestrasi PGN Salurkan Gas Bumi ke Rumah Tangga-Industri (Foto: Dani/Okezone)
A
A
A

Pelanggan Hemat Biaya Energi

Pemilik Nasi Goreng Pak Wit, Elin telah menjalankan restoran tersebut sejak 2012 dan mulai menggunakan jargas CNG sekitar setahun terakhir. 

Untuk mengoperasikan empat kompor, Elin sebelumnya mengeluarkan biaya gas sekitar Rp1,5 juta per bulan. Setelah menggunakan CNG, pengeluaran tersebut menjadi sekitar Rp 600.000-an per bulan. 

Sebelum beralih ke CNG, Elin menggunakan LPG dalam berbagai ukuran. Persoalan ketersediaan LPG membuat pasokan energi menjadi salah satu kekhawatiran dalam menjalankan restoran.

“Dulu sering khawatir kalau gas habis. Saya pakai semua ukuran gas, ada yang 12 kg dan lainnya. Karena susah, kadang langka,” ujar Elin.

Nasi Goreng Pak Wit memiliki enam karyawan dan beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00. Elin mengatakan, penggunaan CNG bermula dari pendekatan melalui pengurus RT. 

“Pendekatan dari RT buat pasang gas CNG ini. Tidak menyesal karena makin irit,” katanya.

Sementara, Restoran Payakumbuah Yogyakarta juga menggunakan gas dari Gagas sejak pertama kali beroperasi pada 24 November 2024. 

Menurut PIC Restoran Payakumbuah Yogyakarta Adi Saputro, selain biaya yang kompetitif, aspek keamanan dan keberlangsungan pasokan menjadi pertimbangan restoran dalam menggunakan CNG. 

Konsumsi CNG restoran tersebut berada di kisaran 1.900-2.000 meter kubik per bulan dengan harga sekitar Rp13.500 per meter kubik. Sebelum menggunakan CNG, biaya energi restoran dapat mencapai sekitar Rp40 juta per bulan. 

Setelah beralih menggunakan gas, biaya tersebut berada di kisaran Rp25 juta, Rp27 juta, hingga Rp30 juta per bulan. 

Adi mengatakan, nominal biaya setiap bulan dapat berubah mengikuti pemakaian.

 “Nominalnya memang fluktuatif. Kalau menggunakan energi sebelumnya, biayanya bisa sampai sekitar Rp40 juta per bulan,” ujar Adi.
 
“Setelah menggunakan gas, biayanya sekitar Rp25 juta, Rp27 juta, sampai Rp30 juta per bulan. Jadi, masih ada efisiensi sekitar 30 persen,” tambahnya.

Gas Bumi

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement