Memahami Cara Kerja Nilai Tunai
Sebagian premi yang dibayarkan nasabah pada PAYDI digunakan untuk membayar berbagai biaya sesuai ketentuan polis, seperti biaya asuransi, biaya administrasi, biaya pengelolaan dana investasi, biaya Top-up (jika ada), dan biaya lainnya terkait Polis yang dikenakan setiap bulan dari nilai tunai polis nasabah.
Sebagian premi lainnya yaitu premi porsi investasi dialokasikan ke dalam dana investasi dalam bentuk unit. Dana investasi inilah yang membentuk niilai tunai nasabah. Perlu diketahui bahwa nilai tunai bersifat dinamis.
Selain dipengaruhi oleh kinerja investasi, kecukupannya juga dapat berubah karena berbagai aktivitas pada Polis, seperti penarikan sebagian Nilai Tunai (partial withdrawal), pemanfaatan fitur cuti Premi (premium holiday), penyesuaian Biaya asuransi tambahan kesehatan karena bertambahnya usia dan juga faktor lainnya seperti inflasi medis.
Dalam kondisi tertentu, apabila terdapat penyesuaian Biaya Asuransi sesuai ketentuan Polis namun Premi tidak ikut disesuaikan, maka selisih biaya tersebut dapat dibebankan pada Nilai Tunai yang tersedia.
Apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, Nilai Tunai dapat semakin berkurang hingga tidak lagi mencukupi untuk membayar biaya-biaya dalam Polis.
Apabila Nilai Tunai tidak mencukupi dan tidak terdapat dana yang memadai untuk membayar biaya-biaya dalam Polis, manfaat asuransi, termasuk manfaat Asuransi Tambahan (rider), dapat menjadi tidak aktif (lapsed) sesuai ketentuan Polis. Oleh karena itu, penting bagi Nasabah untuk secara berkala memantau kecukupan Nilai Tunai dan menindaklanjuti setiap rekomendasi yang disampaikan perusahaan agar perlindungan tetap berjalan sesuai kebutuhan dan tujuan keuangannya.