JAKARTA - Pemerintah mempercepat pemulihan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak hanya pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga terlibat dalam memberikan bantuan kepada korban gempa bumi NTT.
Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) telah mengirimkan sekitar 17 ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi NTT.
Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Labuan Bajo pada Minggu (23/8/2026) pukul 04.00 WIB. Bantuan diangkut menggunakan satu unit truk tronton dengan kapal KM Niki Mila Utama. Kapal tersebut tiba di Labuan Bajo pada Senin (24/8/2026) pukul 16.00 WITA.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menyampaikan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PTPN Group terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar PTPN Group untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah situasi yang sedang mereka hadapi,” ungkapnya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Bantuan yang dikirim terdiri dari 12.175 kg beras berukuran 5 kg, 1.637 liter minyak goreng, 2.616 kg gula pasir, dan 620 buah selimut. Sejumlah kebutuhan pokok tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PTPN III (Persero) sebagai induk Holding, PTPN I (Persero), PTPN IV dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Bantuan disalurkan ke Posko Bencana BRI (selaku Ketua Satuan Tugas Bencana BUMN Peduli) di Labuan Bajo untuk selanjutnya didistribusikan ke lokasi pengungsian di sekitar wilayah tersebut.
Denaldy mengatakan, PTPN Group akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
“PTPN Group akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar penyalurannya dapat dilakukan secara tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” katanya.
Denaldy mengungkapkan bahwa penanganan masyarakat terdampak bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, PTPN Group, berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak dan membantu proses pemulihan di wilayah yang terdampak,” ujar Denaldy.
Sebagai entitas di bawah naungan Danantara selaku pemegang saham dan merujuk pada penugasan resmi Satgas Bencana BUMN Peduli, PTPN Group senantiasa berkomitmen untuk mengemban amanah penanganan bencana secara terkoordinasi, serta hadir secara aktif memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan pemerintah akan memberikan bantuan untuk warga NTT yang rumahnya mengalami kerusakan imbas bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo.
Mendagri menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan kepada kepala daerah agar melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
"Ini kami sudah meminta kepada seluruh bupati melakukan pendataan rumah rusak ringan, sedang, berat," kata Tito dalam laporannya kepada Presiden saat rapat penanganan bencana gempa NTT di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Tito menjelaskan bahwa proses verifikasi data akan dilakukan langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Mengacu pada pengalaman penanganan bencana di Aceh, Tito meminta BPS untuk terjun langsung mendampingi tim pendataan di lapangan agar proses verifikasi setiap rumah berjalan lebih cepat dan akurat.
Terkait besaran bantuan, Tito mengungkapkan bahwa dana tersebut akan disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah juga telah memberikan penyesuaian nominal bantuan bagi warga terdampak.
"Itu nanti akan dibayar oleh BNPB. Yang ringan Rp15 juta, Rp30 juta sedang, berat Rp60 ya? Sekarang naik Rp75 juta. Sudah Rp75 juta Pak. Jadi begitu nanti sudah dinyatakan stabil mereka uang sudah diterima langsung mereka bangun semua Pak," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.