Pada kesempatan itu, Sudaryono juga membahas kebutuhan anggaran, perencanaan pelaksanaan, sekaligus menyamakan persepsi mengenai program MBG dengan Kementerian Keuangan.
Sudaryono mengungkapkan, BGN tengah menyiapkan perluasan program MBG melalui aktivasi dapur-dapur baru, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Aktivasi dapur di wilayah 3T ditargetkan mulai dilakukan pada September 2026.
Sudaryono menyebut sekitar 2.700 dapur telah siap untuk diaktivasi secara bertahap. Namun, BGN tidak akan membuka seluruh dapur yang masuk dalam antrean secara bersamaan.
Saat ini terdapat sekitar 13.000 dapur dalam antrean. BGN akan menyisir daftar tersebut dan hanya mengaktivasi dapur yang benar-benar siap serta sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Selain wilayah 3T, perluasan juga diarahkan ke pondok pesantren yang belum mendapatkan MBG serta sejumlah daerah di luar Jawa yang masih membutuhkan layanan program tersebut.
"Insyaallah tidak perlu adanya penambahan anggaran. Anggaran yang sekarang ini insyaallah bisa kami maksimalkan tanpa ada penambahan anggaran," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.