Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tolak Rp532,4 Triliun, Prabowo Tegaskan Indonesia Masih Bisa Tanpa Utang IMF!

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2026 |11:48 WIB
Tolak Rp532,4 Triliun, Prabowo Tegaskan Indonesia Masih Bisa Tanpa Utang IMF!
Tolak Rp532,4 Triliun, Prabowo Tegaskan Indonesia Masih Bisa Tanpa Utang IMF! (Foto: Tangkapan Layar)
A
A
A

JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto bercerita Indonesia mendapat tawaran pinjaman atau utang dari Dana Moneter Internasional (IMF). Namun, pemerintah menolak tawaran tersebut.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

"Saya kira kemarin beberapa bulan lalu kaget Menteri Keuangan (Purbaya) kita di Washington DC, ditawarin pinjaman dari IMF, kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF," tegas Prabowo.

Prabowo menambahkan, saat ini pemerintah tidak ingin bergantung pada utang dari mana pun untuk pembiayaan mengamankan stabilitas fiskal nasional. Namun, jika harus berutang, syaratnya bunga harus kecil.

"Dan kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh, kalau kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, saat ini pemerintah telah melakukan penghematan dari berbagai bidang. Bahkan, nilainya mendekati Rp300 triliun. Besaran penghematan ini yang digunakan langsung ke masyarakat.

"Penghematan kita dari berbagai bidang tiap tahun lebih dari Rp200 triliun, mendekati Rp300 triliun tiap tahun. Uang ini lah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat, ini yang kita pakai," kata Prabowo,

 

Purbaya Ditawari Utang IMF

Sekadar informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Indonesia baru saja mendapatkan tawaran pinjaman besar dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank). 

Tawaran dana segar senilai USD25 miliar hingga USD30 miliar atau setara Rp532,4 triliun tersebut diajukan untuk mengamankan stabilitas fiskal nasional di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Purbaya secara tegas menyatakan telah menolak tawaran yang muncul di sela-sela Spring Meeting di Washington DC tersebut. Ia menilai cadangan kas Indonesia saat ini masih sangat mencukupi untuk menghadapi guncangan ekonomi global tanpa perlu menambah beban utang baru.

"Saya bilang sama dia sekarang saya belum butuh karena saya sendiri punya persediaan hampir USD25 miliar untuk negara kita sendiri, jadi aman," tegas Purbaya ke awak media di Kemenkeu, Selasa (21/4/2026).

Nilai persediaan dana yang dimiliki Indonesia, yakni sekitar USD25 miliar atau setara Rp428,55 triliun dianggap menjadi perisai yang kuat. Purbaya bahkan menceritakan reaksi para pimpinan lembaga keuangan internasional tersebut saat mendengar penolakan dari pihak Indonesia.

Menurut Purbaya, ketidaktertarikan Indonesia terhadap pinjaman tersebut membuat para kreditur kehilangan potensi pendapatan dari bunga utang.

"Wah mukanya (World Bank & IMF) asem, karena dia enggak bisa minjemin duit, enggak bisa dapet bunga tuh mereka tuh. Tapi itu dalam keadaan apapun kondisi yang kita punyai harus kita jadikan senjata yang paling optimal," ungkap Purbaya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement