Di sisi lain, pasar keuangan domestik mendapatkan penopang dari rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 yang menguat 1,7 poin ke level 118,5. Penguatan ini didorong oleh kenaikan porsi belanja konsumsi masyarakat menjadi 74,2 persen.
“Perbaikan keyakinan ini utamanya didorong oleh tergerusnya porsi simpanan tabungan konsumen (turun dari 16,8% menjadi 15,8%) alih-alih kenaikan pendapatan riil, dan pemulihannya masih belum merata karena kenaikan IKK hanya terjadi di 6 dari 18 kota yang disurvei Bank Indonesia,” tegas Imam.
Meski demikian, optimisme pasar dalam negeri tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang melonjak tinggi ke posisi 127,6, melampaui Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) di level 109,4.
Perhatian utama pelaku pasar sepanjang pekan ini tertuju pada keputusan The Fed yang akan diumumkan Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, serta pengumuman suku bunga BoJ pada Jumat (18/9/2026).
Penyesuaian suku bunga BoJ menjadi 1,25 persen memperkirakan pencapaian level tertinggi dalam rentang 31 tahun terakhir.
"Kenaikan suku bunga BoJ juga perlu diperhatikan karena dapat memicu perubahan posisi pada yen carry trade, sementara keputusan The Fed akan menjadi penentu utama arah likuiditas global dan appetite terhadap risk asset," pungkas Imam.
Berikut rekomendasi pekan ini
1. Buy ASII (Entry: 4840-4910, Target Price: 5275, Stop Loss: < 4720)
2. Buy CPIN (Entry: 3160, Target Price: 3380, Stop Loss: <3050)
3. Buy EXCL (Entry: 2630, Target Price: 2810, Stop Loss: < 2540)
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD)
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.