Dia juga menilai harus tersedia mekanisme penghentian sementara operasional apabila ditemukan pelanggaran serius terhadap standar keamanan. Menurut Wahyu, pembenahan tersebut sangat menentukan kepercayaan orang tua terhadap program.
“Apabila kasus keracunan MBG ini terus berulang, maka kepercayaan publik terhadap program MBG akan semakin menipis, dan akan terjadi aksi penolakan dalam skala yang besar pada orang tua siswa agar sekolah tidak lagi menerima MBG untuk diberikan kepada anak-anaknya,” katanya.
Karena itu, respons terhadap korban perlu berjalan bersama pembenahan tata kelola program.
“Karena program MBG menyasar anak-anak dalam skala yang sangat besar, standar keamanan pangan, pengawasan, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap penerima manfaat harus menjadi prioritas utama,” ujar Wahyu.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah pada akhirnya tidak cukup dinilai dari respons setelah kasus terjadi.
“Pada akhirnya, keberhasilan tindak lanjut pemerintah tidak cukup diukur dari seberapa cepat korban ditangani, tetapi dari apakah pemerintah mampu memastikan kejadian serupa tidak berulang,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.