JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah resmi melantik Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan pada hari ini, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Proses pelantikan dilakukan oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta.
"Mengangkat Professor Suahasil Nazara PhD sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih," ucap keputusan Presiden yang dibacakan dalam prosesi pelantikan.
Berikut fakta-fakta Prabowo copot Purbaya yang dirangkum Okezone, Sabtu (19/9/2026).
Setelah itu, Presiden memimpin langsung pembacaan Sumpah jabatan yang diikuti oleh Suahasil Nazara.
Kemudian, usai pembacaan Sumpah, Presiden dan Suahasil menandatangani berita acara pelantikan. Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara mengenai pencopotan dirinya dari kursi Bendahara Negara usai menghadiri prosesi serah terima jabatan (sertijab) kepada Suahasil Nazara di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026).
Purbaya mengonfirmasi bahwa keputusannya keluar mendadak dari Rapat Kerja DPD RI pada Senin (14/9/2026) sore kemarin dipicu oleh telepon langsung dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang memberitahukan keputusan perombakan (reshuffle) kabinet.
"Pak Prasetyo (Mensesneg)," ujar Purbaya merespons pertanyaan awak mengenai sosok yang menelepon dirinya saat berada di toilet Kompleks Parlemen Senayan.
Purbaya mengaku sudah memperhitungkan potensi pergeseran jabatannya, meski kepastian baru didapatkan saat panggilan telepon tersebut masuk.
"Ya kita udah hitung-hitung. Kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu," jelasnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai rumor pemecatan dirinya yang dikaitkan dengan langkah tegas perombakan ratusan pejabat pajak dan bea cukai baru-baru ini, Purbaya mengonfirmasi bahwa hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan, di samping hak penuh Kepala Negara.
"Sebagian ada. (Sebagian lainnya) itu kan hak prerogatif Presiden, kita ikutin aja," kata Purbaya.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) bukan karena merombak pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurutnya, pergantian pejabat merupakan hal biasa.
Pernyataan itu diungkapkan Bambang sekaligus merespons klaim Purbaya soal pencopotannya oleh Presiden Prabowo Subianto berkaitan dengan langkahnya merombak ratusan pejabat di internal Kemenkeu.
"Itu pengakuan Pak Purbaya ya? Tapi sebetulnya nggak. Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja itu sebetulnya Menteri, Wakil Menteri siap diganti," kata Bambang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bambang menyebut, pergantian sosok sekelas menteri hal yang lumrah dilakukan. Dia menegaskan tidak ada yang istimewa dalam pergantian Purbaya tersebut.
"Itu pergantian biasa saja sebetulnya. Pergantian pejabat kan tidak ada sesuatu yang istimewa. Kan itu juga prerogatif Presiden kan ya," katanya.
"Dari Istana, sebetulnya pergantian itu adalah sesuatu yang lumrah saja sebetulnya. Bisa kapan saja. Namanya reshuffle kan bisa saja kapan dicopot, kemudian ada yang diangkat yang baru," tambahnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.