Pemerintah turut membedah berbagai isu strategis tersebut melalui rangkaian sesi dialog interaktif.
Berdasarkan susunan agenda, pembahasan berfokus pada sinergi kebijakan guna mempercepat transformasi ekonomi keuangan digital, optimalisasi inovasi teknologi untuk mendongkrak produktivitas, penyiapan talenta digital demi ekspansi ekonomi berbasis inovasi, strategi perluasan interkoneksi keuangan digital lintas negara, hingga transfer praktik terbaik teknologi dan model bisnis antaryurisdiksi.
Dari sisi perencanaan nasional, penguatan pilar digital ini sejalan dengan mandat RPJMN 2025–2029 yang menempatkan transformasi digital sebagai prioritas utama pembangunan, mencakup pembenahan infrastruktur digital, penguatan literasi masyarakat, serta perluasan ekonomi digital.
Kemenko Perekonomian, kata Edwin, terus mendorong integrasi konektivitas dan interoperabilitas di tingkat domestik maupun lintas batas, pemerataan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM, serta penyatuan ekonomi digital dengan sektor riil seperti perdagangan, investasi, industri, pariwisata, dan pembiayaan.
Kendati konektivitas kian masif, pengembangan ekonomi digital dituntut berjalan beriringan dengan penguatan rasa aman dan kepercayaan publik. Penguatan pilar keamanan siber, pelindungan konsumen, tata kelola data, literasi digital, serta manajemen risiko dinilai krusial agar pemanfaatan teknologi dapat berlangsung aman dan berkelanjutan.
Pengawasan ketat tersebut mutlak diperlukan agar perkembangan teknologi tidak mandek sebatas inovasi, melainkan sanggup mengerek produktivitas, memperkuat daya saing, dan bermuara pada peningkatan taraf hidup masyarakat.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.