Dia juga mengakui penerapan kebijakan baru tersebut berpotensi membuat volatilitas pada sejumlah saham meningkat dalam jangka pendek. Kondisi tersebut terutama terjadi pada saham-saham yang selama bertahun-tahun berada di level Rp50 dan minim transaksi.
Jeffrey mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga Rp50 belum tentu mencerminkan nilai wajar saham berdasarkan kesepakatan pelaku pasar.
"Saham-saham yang ada di harga Rp50 itu, ada yang sudah bertahun-tahun di harga Rp50 tanpa ada transaksi. Artinya memang kesepakatan dari pelaku, dari investor, ya mungkin memang fair value-nya tidak di Rp50, dan saat ini sedang mencari fair value-nya," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.