Ia mencontohkan seseorang yang memperoleh informasi mengenai suatu produk dengan tawaran bunga atau keuntungan tertentu. Ketertarikan terhadap tawaran tersebut dapat membuat seseorang langsung membuka produk tanpa memahami cara kerja, risiko, maupun syarat dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, menurut Luqman, pemahaman terhadap produk investasi perlu dilakukan sebelum seseorang mengambil keputusan.
Selain literasi, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan kedisiplinan. Ketiga hal tersebut dinilai saling berkaitan agar seseorang tidak hanya memiliki informasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten.
“Literasi dulu, kemudian yang kedua pemanfaatan tools dalam bentuk AI, kemudian yang ketiga kedisiplinan,” kata Luqman.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa Untar mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi sebagai alat untuk menyaring informasi dan menilai peluang investasi secara lebih kritis, terutama di tengah banyaknya informasi investasi yang beredar di media sosial.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.