Pasar juga memperkirakan tren suku bunga tinggi masih akan berlanjut hingga akhir 2026 dan memasuki 2027.
Kondisi tersebut turut mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah global mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Yield obligasi di Amerika Serikat dan Eropa meningkat ke level sebelum krisis keuangan 2008, sedangkan di Jepang mencapai level sebelum 1997.
Kenaikan tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan utang pemerintah serta penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan teknologi besar (hyperscalers) untuk mendukung ekspansi infrastruktur AI.
Di tengah ketidakpastian global, indikator makroekonomi domestik Indonesia justru menunjukkan daya tahan yang kuat, salah satunya ditopang oleh inflasi yang tetap terkendali.
Friderica mengatakan, stabilnya inflasi memberikan dampak positif terhadap daya beli dan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.