Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah dalam Bayang-Bayang Rp18.000 per Dolar AS Efek Evaluasi MSCI

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |08:11 WIB
Rupiah dalam Bayang-Bayang Rp18.000 per Dolar AS Efek Evaluasi MSCI
Rupiah dalam Bayang-bayang Rp18.000 per Dolar AS Efek Evaluasi MSCI (Foto: Okezone)
A
A
A

Tekanan rupiah kian berat lantaran pasar juga menyoroti evaluasi dua tahunbpemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dinilai belum memberikan hasil memuaskan. Biaya serta risiko pelaksanaan kedua program tersebut dikhawatirkan mengancam kesinambungan keuangan negara.

Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pengelola MBG maupun otoritas terkait hingga kini belum mempublikasikan data evaluasi konkret kepada publik terkait dampak program terhadap penurunan angka stunting. 

Alih-alih membuktikan efektivitasnya melalui penelitian mandiri akibat kendala metodologi evaluasi gizi anak di lapangan, pemerintah justru meminjam riset luar untuk meyakinkan publik, padahal skema tersebut menyerap biaya yang sangat mahal.

Kerentanan rupiah juga bertambah seiring sorotan pasar terhadap kesinambungan fiskal dalam membiayai program strategis pemerintah. Pengelolaan anggaran belanja yang terus terkoreksi dinilai mengirimkan sinyal kehati-hatian atas daya tahan keuangan negara dalam jangka menengah.

"Ketidakmampuan fiskal memaksa pemerintah memangkas alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 untuk program Makan Bergizi Gratis dari semula Rp335 triliun menjadi Rp248 triliun, lalu diperkecil kembali ke angka Rp218 triliun. Ketidakpastian biaya dan risiko yang mengancam keuangan negara ini menjadi beban tambahan yang memperlemah kepercayaan terhadap rupiah," kata Ibrahim.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement