Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahlil Bocorkan BP BUMN hingga Kementerian Investasi di Bawah Kemenko Hilirisasi

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |15:35 WIB
Bahlil Bocorkan BP BUMN hingga Kementerian Investasi di Bawah Kemenko Hilirisasi
Bahlil Bocorkan BP BUMN hingga Kementerian Investasi di Bawah Kemenko Hilirisasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membocorkan terkait kementerian dan lembaga yang berada di bawah payung koordinasinya. Dia menyebut Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) akan berada bawah payung koordinasi Kemenko baru tersebut. 

Hal ini disampaikan Bahlil setelah menggelar rapat dengan Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPKM Rosan Roeslani dan Wakil Ketua DPR RI  Sufmi Dasco Ahmad di Kementerian ESDM, Jumat (16/10/2026).

Selain BP BUMN, kementerian lain yang berada di bawah payung koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi yaitu Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian ESDM dan targetnya Kementerian Perindustrian sebagai pengampu regulasi di sektor industri.

"(Kemenperin) rasa-rasanya ya. Tapi itu baru feeling ya. Kamu tulis, rasa-rasanya dan feeling, (Kemenperin di bawah Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi)," kata Bahlil dalam konferensi pers.

Pada kesempatan itu, Bahlil menegaskan bahwa daftar Kementerian maupun Lembaga yang akan berada di koordinasinya akan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang diperkirakan bakal rampung dalam waktu dekat.

"Itu kan nanti ada di Perpres. Mungkin Perpres-nya sebentar lagi selesai. Tapi yang tadi rapat dengan saya itu adalah pak Kepala BP BUMN, Kementerian Investasi, insya Allah sudah hampir pasti di bawah koordinasi Kemenko Hilirisasi," sambungnya.

 

Sebelumnya Bahlil menjelaskan salah satu alasan dibentuknya Kemenko baru ini karena agenda hilirisasi dan transisi energi akan menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo kedepannya.

Ia menyebut agenda hilirisasi dan transisi energi dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global. Sebab kondisi geopolitik menentukan nasib ketahan negara baik dari sisi pengelola fiskal maupun perekonomian masyarakat.

"Kedua kenapa ini penting, kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (1/10).
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement