Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10.070 Kopdes Merah Putih Resmi Beroperasi, Ketersediaan Barang Dipantau

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |15:50 WIB
10.070 Kopdes Merah Putih Resmi Beroperasi, Ketersediaan Barang Dipantau
10.070 Kopdes Merah Putih Resmi Beroperasi, Ketersediaan Barang Dipantau (Foto: Dokumentasi)
A
A
A

JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih melalui pemantauan kesiapan koperasi dan penguatan koordinasi di daerah. 

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memastikan koperasi dapat beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi desa. 

Pemantauan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat operasionalisasi KDKMP secara serentak mulai 15 Oktober 2026. Pemerintah menyiapkan pemantauan terhadap 10.070 titik KDKMP dengan melibatkan jajaran kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan aparat kewilayahan. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya memimpin rapat koordinasi KDKMP di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Rapat tersebut membahas percepatan pasokan barang subsidi bantuan pemerintah, pemantauan serentak 10.070 titik KDKMP, serta pembentukan posko pemantauan untuk memastikan kesiapan operasional koperasi. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemantauan langsung diperlukan untuk memastikan ketersediaan barang dan sarana pendukung operasional di lapangan. 

"Saya dan Direktur Utama Agrinas ini dapat arahan langsung dari Bapak Presiden. Mulai 15 Oktober, kita akan melakukan monitoring secara serentak. Seluruh kementerian dan wakil menteri sudah dibagi tugas untuk melakukan kunjungan selama 8 hari ke depan. Kita ingin memastikan barang dan sarana operasional sudah tersedia. Kalau belum, kita cari tahu apa masalahnya,” ujarnya.

Sementara itu, keterlibatan jajaran Direksi PTPN dalam pemantauan KDKMP menjadi bagian dari koordinasi untuk mendukung pelaksanaan agenda pemerintah. 

"Sinergi antarlembaga dan pemangku kepentingan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kendala di lapangan serta memastikan kesiapan sarana dan kebutuhan operasional koperasi," kata Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Denaldy Mulino Mauna.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement