Advertisement
Advertisement

4 Fakta RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, Bahlil Evaluasi Kontrak

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2026 |09:02 WIB
4 Fakta RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, Bahlil Evaluasi Kontrak
Indonesia mulai mengurangi ekspor gas ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) sejak 24 Oktober 2026. (Foto: Okezone.com/PGN)
A
A
A

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama ekspor dengan negara-negara yang memiliki hubungan baik dan membutuhkan pasokan energi Indonesia.

4. Pemerintah Dorong Produksi Gas dan Hilirisasi di Dalam Negeri

Selain mengevaluasi kontrak ekspor, pemerintah berupaya meningkatkan produksi gas untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil menyampaikan tambahan produksi gas dari fasilitas yang diresmikan mencapai sekitar 290 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Pemerintah juga merencanakan pembangunan pusat hilirisasi petrokimia di Kalimantan Timur dengan memanfaatkan gas sebagai bahan baku industri.

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, mendukung industri dalam negeri, membuka lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement