Advertisement
Advertisement

KNTI Soroti Arah Kebijakan Kelautan dan Perikanan, KNMP Dinilai Jadi Harapan Nelayan

Taufik Fajar , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2026 |22:11 WIB
KNTI Soroti Arah Kebijakan Kelautan dan Perikanan, KNMP Dinilai Jadi Harapan Nelayan
Kampung Nelayan (Foto: Okezone)
A
A
A

Dani menilai KNMP memiliki potensi untuk menjawab sebagian kebutuhan nelayan kecil. Meski begitu, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur semata. Perencanaan yang matang, partisipasi masyarakat, dan perlindungan ekosistem laut harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

"Sudah saatnya pemerintah harus fokus pada nelayan dan potensi menggerakkan ekonomi pesisir dengan pembiayaan modal yang konsisten," ungkap Dani di Jakarta, Senin (25/10/2026).

Selain dukungan permodalan, KNTI menekankan pentingnya perlindungan terhadap keberlanjutan praktik penangkapan ikan dan wilayah tangkap nelayan tradisional. Kebijakan pembangunan pesisir harus memastikan nelayan kecil tidak tersisih oleh kepentingan ekonomi maupun ekspansi korporasi yang memiliki sumber daya lebih besar.

Apabila dijalankan secara tepat, KNMP dinilai dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan. Program tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, menggerakkan aktivitas ekonomi desa, serta memperluas pemerataan pembangunan di kawasan pesisir.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah perlu memastikan konsistensi kebijakan dan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program. Dengan begitu, pembangunan tidak berhenti pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi berlanjut pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, KNMP perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya negara memenuhi hak nelayan kecil atas pembangunan yang adil dan lingkungan yang sehat. Dalam perspektif tersebut, pembangunan kawasan pesisir tidak hanya menyangkut peningkatan produktivitas ekonomi, tetapi juga perlindungan ruang hidup dan akses masyarakat terhadap sumber daya laut.

"Kami melihat sebenarnya program pemerintah ada upaya nyata dalam melakukan territorial reclamation atau pengambilan kembali ruang secara hukum demi membela hak nelayan kecil," tambah Dani.

Pendekatan tersebut, menurut KNTI, semestinya diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi nelayan tradisional dalam rantai usaha perikanan. 

Keterlibatan mereka perlu diperkuat mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil tangkapan agar nilai tambah ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha bermodal besar.

Dengan demikian, potensi sumber daya laut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat kemandirian usaha nelayan kecil.

Pandangan serupa disampaikan Bagus Mangundiwiryo, peneliti dari lembaga riset Indomasive Institute. Ia menilai sejumlah langkah strategis pemerintah dalam dua tahun terakhir berpotensi menjadi bagian dari upaya mengatasi kemiskinan struktural yang selama ini membayangi masyarakat pesisir.

Berdasarkan analisis data hilirisasi maritim yang dilakukan Indomasive, upaya memutus rantai kemiskinan tersebut dapat dipercepat apabila pemerintah mampu menuntaskan pembangunan infrastruktur strategis yang menyentuh persoalan mendasar operasional nelayan melalui program KNMP.

"Kuncinya ada pada kedaulatan pendingin (cold storage), perbaikan dermaga logistik, serta integrasi teknologi tepat guna. Infrastruktur pendingin tersebut secara efektif memotong jalur ketergantungan nelayan pada tengkulak yang kerap memainkan harga tangkapan secara sepihak," terang Bagus.

Menurut Bagus, keberadaan fasilitas penyimpanan berpendingin dapat memberikan keleluasaan bagi nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan dan menentukan waktu penjualan. Dukungan infrastruktur logistik juga berpotensi memperkuat posisi tawar nelayan sehingga mereka tidak selalu berada dalam tekanan untuk menjual hasil tangkapan dengan harga rendah.

Bagus menambahkan, intervensi pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan regulasi menjadi langkah penting untuk mewujudkan kedaulatan maritim. Ia menilai kebijakan yang memprioritaskan alokasi ruang bagi nelayan tradisional dapat memperkuat kehadiran negara dalam melindungi kepentingan masyarakat pesisir di tengah dominasi pemodal besar.

"Langkah berani ini dinilai memberikan cetak biru baru bagi masa depan maritim Indonesia. Dengan infrastruktur yang kuat dan jaminan hukum atas ruang hidup mereka, pemutusan mata rantai kemiskinan di pesisir kini bukan lagi angan-angan, melainkan peta jalan nyata yang sedang berjalan," tegas Bagus.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement