Menurut dia, pencatatan saham perusahaan hasil restrukturisasi Danantara tidak hanya membuka akses pendanaan dari masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan tata kelola perusahaan (good corporate governance), transparansi, dan reputasi korporasi.
Untuk mendorong realisasi potensi tersebut, BEI mulai melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan yang berpeluang melantai di bursa. BEI juga mendorong keterlibatan perusahaan penjamin emisi (underwriter) untuk menjaring dan mendampingi calon emiten sejak tahap awal persiapan IPO.
Terkait rencana konsolidasi BUMN di bawah Danantara, Jeffrey mengatakan pembahasan lebih lanjut akan dilakukan setelah proses restrukturisasi internal selesai.
“Setelah restrukturisasi selesai, tentu kami akan diskusi dengan Danantara,” pungkas Jeffrey.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.