JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2013 mengalami deflasi pada angka 0,10 persen. Deflasi terjadi setelah pada Maret lalu masih mencatat inflasi tinggi di 0,63 persen.
Kepala BPS Suryamin menjelaskan, inflasi tahun kalender berada sekira 2,32 persen dan inflasi secara year-on-year (YOY) berada di 5,57 persen. Sementara, inflasi inti secara YOY berada di 4,12 persen, dan untuk inflasi inti pada April berada di 0,14 persen.
"Seperti perlu disampaikan pada 2012, inflasi April pada 2011, 2010, 2009, 2008 masih inflasi," ujar Suryamin di kantornya, Jalan Raya Pasar Baru, Jakarta, Senin (1/4/2013).
Menurut dia, dari 66 kota IHK tercatat di 28 kota mengalami inflasi, sementara 38 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Padang Sidempuan 0,81 persen serta Medan dan Sibolga 0,74 persen, sementara untuk terendah inflasi berada di Kendari 0,01 persen.
"Sedangkan untuk 38 kota IHK yang deflasi, deflasi tertinggi di Maumere 1,20 persen dan Palu 0,95 persen," tukas dia.
Sekadar informasi, BPS mencatat angka inflasi Maret 2013 berada di angka 0,63 persen. Angka inflasi lebih rendah dari Februari 2013 berada di angka 0,75 persen.
Kepala BPS Suryamin menjelaskan, inflasi tahun kalender berada sekira 2,43 persen dan inflasi secara YOY berada di 5,90 persen. Sementara, secara YOY inflasi inti berada di 4,21 persen dan 0,13 persen untuk Maret.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.