Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi Juni Diprediksi Rendah

Kuntadi , Jurnalis-Rabu, 19 Juni 2013 |14:37 WIB
Inflasi Juni Diprediksi Rendah
ilustrasi: (foto: corbis)
A
A
A

YOGYAKARTA – Sejumlah komoditas barang kebutuhan masyarakat di bulan Juni ini mengalami peningkatan harga. Kondisi ini bisa memacu terjadinya inflasi di kota Yogyakarta. Padahal, dua bulan sebelumnya, April dan Mei justru terjadi deflasi.

"Harganya mengalami tekanan ke atas, kalau inflasi masih rendah,"
jelas Ketua Tim Teknis TPID DIY, Djoko Raharto kepada wartawan, Rabu (19/6/2013).

Menurutnya, pada bulan Mei lalu terjadi deflasi -0,29 persen lebih rendah dari deflasi April yang mencapai -0,3 persen. Tekanan harga pada bulan Juni ini bisa menyebabkan inflasi antara 0,3 hingga 0,6 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga beras, telur ayam ras, daging ayam ras, minyak goreng, tepung terigu, cabai merah dan cabai rawit dengan faktor penyebab masing-masing yang berbeda-beda. Sementara itu, untuk komoditas bawang putih dan bawang merah harganya masih menurun.

Pada kelompok makanan jadi, harga gula pasir sedikit mengalami peningkatan. Namun demikian, ketersediaan gula pasir di DIY masih mencukupi. Tim mengharapkan agar Pemerintah Pusat dapat memantau dan lebih mencermati ketersediaan pasokan gula pasir.

"Karena kemarau basah, banyak Pabrik gula proses giling tebunya agak mundur," ujarnya.

Untuk komoditas beras, stok beras Bulog Divre DIY saat ini sebanyak 23.800 ton. Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan raskin sampai dengan 5,5 bulan ke depan. Dari jumlah tersebut, 6.000 ton telah dialokasikan untuk menghadapi lebaran dan  akan mulai disalurkan pada bulan Juli nanti. Stok beras diprakirakan meningkat karena produksi beras pada musim panen raya kedua dipastikan cukup besar. (wan)

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement