JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan merilis beberapa data perekonomian sepanjang April 2016, salah satunya adalah indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi.
Bank Indonesia (BI) memprediksikan pada April 2016 lalu terjadi deflasi akibat penurunan harga pangan. Pasalnya, beberapa daerah di Indonesia telah memasuki puncak musim panen.
Gubernur BI Agus Martowadojo mengungkapkan, berdasarkan hasil survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan oleh BI hingga Minggu ketiga April, tercatat masih terjadi deflasi sebesar 0,33 persen. Artinya, deflasi ini jauh lebih besar dibandingkan Februari lalu yang hanya sebesar 0,09 persen.
"April sampai dengan minggu ketiga kita lihat bisa deflasi 0,33 persen dan ini karena ada beberapa harga pangan yang sudah terjadi penurunan," kata Agus saat ditemui di kantor pusat BI pada Jumat, 22 April lalu.
[Baca juga: Minggu Ketiga April 2016 Masih Deflasi]
Untuk diketahui, indeks harga konsumen hingga minggu ketiga April ini jauh lebih rendah dibandingkan April tahun lalu yang justru tercatat terjadi inflasi sebesar 0,36 persen. Penurunan harga bahan kebutuhan pokok seperti beras akibat musim panen pun memiliki andil yang signifikan terhadap terjadinya deflasi.
Apabila pada April ini tercatat terjadi deflasi, maka sepanjang tahun 2016 Indonesia telah mengalami deflasi sebanyak dua kali. Sebelumnya, deflasi juga terjadi pada bulan Februari lalu sebesar 0,09 persen.