Pelemahan mata uang garuda tersebut, tentu juga sangat berpengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Oleh karena itu, para pelaku pasar menaruh harapan besar terhadap pemerintah untuk menyelamatkan Rupiah.
Analis dari OSO Securities Supriyadi membenarkan hal tersebut. Menurutnya nasib Rupiah sebenarnya ada di tangan pemerintah dalam hal penyerapan anggaran.
"Ini tergantung pemerintah dalam mengoptimalkan budget mereka. Tapi ternyata sampai sekarang pengoptimalan itu tidak maksimal. Pelaku pasar butuh bukti," ucap Supriyadi di IBCM Channel, Jakarta, Senin (24/8/2015).
Kendati demikian, Supriyadi meyakini, jika pemerintah bisa menunjukkan bukti penyerapan anggaran yang optimal, maka hal tersebut bisa menyelamatkan Rupiah. Terlepas dari sentimen negatif dari kondisi global dan ancaman kenaikan suku bunga The Fed.
"Kalau pemerintah bisa menggunakan budget-nya sekita 80 persen pada Oktober, saya yakin Rupiah bisa gagah kembali," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)