JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2018 adalah 81 emisi dari 48 perusahaan tercatat senilai Rp98,88 triliun.Pada pekan kemarin, BEI mencatatkan obligasi berkelanjutan Indonesia Eximbank IV tahap II tahun 2018 dan sukuk mudharabah berkelanjutan Indonesia Eximbank I tahap II tahun 2018 yang diterbitkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia yang masing-masing dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp1,004 triliun dan Rp630,4 miliar.
Dengan pencatatan tersebut,maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 375 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp421,36 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 114 perusahaan tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 95 seri dengan nilai nominal Rp2.322,66 triliun dan USD200 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp10,02 triliun.
Baca Juga: BEI Bakal Terapkan Sistem Baru Indeks LQ45 dan IDX30 di Februari 2019
Tahun depan, pasar surat utang (obligasi) dinilai masih prospektif untuk mendorong pendanaan korporasi. Hal tersebut pernah disampaikan analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji. Menurutnya, ekonomi tahun depan diprediksi akan tumbuh 5,3% dan diperkirakan sangat prospektif untuk penerbitan obligasi.
"Indonesia merupakan negara emerging market yang berada dalam kategori investment grade, sehingga proyeksi penerbitan obligasi untuk tahun depan masih positif,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Senin (12/11/2018).
Baca Juga: BEI Beberkan Manfaat Penerapan Settlement T+2, Apa Saja?
Sebaliknya, analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan bahwa tahun politik akan membuat korporasi cenderung menahan ekspansi.
"Artinya, kalau mereka cenderung menahan ekspansi, maka kemungkinan mereka akan mendayagunakan sumber kas yang ada, yaitu internal atau melakukan pinjaman ke bank," kata Reza.
(Feb)
(Rani Hardjanti)