JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mencatatkan penurunan kinerja di kuartal I-2021. Penurunan tersebut terjadi baik di pembiayaan baru maupun laba di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19.
Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan, pembiayaan baru Adira Finance pada kuartal I-2021 menurun 35% menjadi Rp5,4 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp8,4 triliun.
“Kuartal I ini situasinya masih belum membaik. Kalau kita ketahui diperkirakan pertumbuhan ekonomi masih negatif di kuartal I. Kami secara penjualan turun 35% dengan penjualan Rp5,4 triliun dibanding Rp8,4 triliun pada kuartal I 2020,” ujar Hafid dalam video conference Kuartal I-2021 Adira Finance, Jumat (30/4/2021).
Baca Juga: Laba Adira Finance Lesu, Pembiayaan Baru Anjlok 51%
Hafid menambahkan, penjualan di segmen roda dua turun 18% dan segmen roda empat turun 21% sepanjang kuartal I-2021. Sementara itu, restrukturisasi perusahaan mengalami perbaikan dengan jumlah mayoritas 80% pembiayaan telah lunas.
“Jadi mayoritas hasil restrukturisasi sudah berjalan normal,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila menyampaikan, cost of credit pada kuartal I-2021 Perseroan tercatat sebesar Rp425 miliar.
"Dengan demikian, laba bersih Perusahaan setelah pajak dibukukan sebesar Rp211 miliar atau mengalami penurunan sebesar 59,4%. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Perusahaan masing-masing tercatat menjadi sebesar 2,8% dan 10,9% di kuartal I-2021," ucap Made