Purnomo mengungkapkan, umumnya dagangan hanya sepi pembeli saat hari H, yakni saat Lebaran hari pertaa. “Karena biasanya masih makan di rumah kan. Tapi selanjutnya, pembantu pulang, warteg tutup, itu baru kita ramai,” jelas dia.
Dia mengaku lapaknya rata-rata menjual nasi gulai sekira 2-3 liter beras pada hari-hari biasa. Jumlah itu sekira 60 porsi dengan harga Rp10.000 per porsi. Sementara jika malam Minggu, bisa habis sekira 6 liter beras. Dia juga menyediakan sate usus, kulit dan ati ampela untuk melengkapi hidangan.
Purnomo Setiawan, salah satu penjual gultik di Bulungan Blok M, Jaksel. (Foto: Widi A/Okezone)
“Tapi kalau yang di dekat bundaran, itu masih bisa habis 9-10 literan,” ucap Purnomo yang mengelola lima lapak gultik ini.