Dalam sebulan, dari lapak-lapak yang dia kelola, dirinya mengantongi omset sekira Rp15 jutaan-Rp16 jutaan. “Kalau (lapak) yang di tikungan bisa Rp1,5 juta-Rp2 juta per minggu. Kalau yang lainnya, mungkin sekitar Rp500.000, tapi kadang bisa lebih juga,” ungkap dia yang juga merupakan ketua klaster gultik Bulungan.
Usaha yang dilakoni Purnomo tidak lepas dari peran PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dirinya tercatat sebagai debitur kredit usaha rakyat (KUR). Dia meminjam dana sebesar Rp100 juta pada tahun lalu dengan lama pinjaman selama dua tahun.
“Untuk nambah modal jualan,” ungkap dia.
Sebagai informasi, pada tahun 2023 terdapat penurunan target penyaluran KUR yang diberikan oleh pemerintah kepada BRI. Sebelumnya, target penyaluran KUR BRI pada 2023 mencapai Rp270 triliun. Kemudian direvisi menjadi Rp194,4 triliun.
Adapun pada periode Januari-Oktober 2023 BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp123,51 triliun kepada 2,7 juta debitur.
(Widi Agustian)