Omset Penjual Gultik Blok M Bisa Tumbuh Sampai 3 Kali Lipat Saat Lebaran

Widi Agustian, Jurnalis
Kamis 04 April 2024 13:29 WIB
Purnomo Setiawan, salah satu penjual gultik di Bulungan Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Widi A/Okezone)
Share :

 

JAKARTA – Momentum Lebaran menjadi berkah untuk penjual gulai tikungan (gultik) yang berada di Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Omset penjual gultik ini bisa melonjak sampai tiga kali lipat.

“Bisa naik sampai 2-3 kali lipat omsetnya,” kata salah satu penjual gultik Purnomo Setiawan saat ditemui di salah satu lapak jualannya yang berada tepat di depan SMA Negeri 70 Jakarta, Bulungan, Jakarta Selatan.

Dia menjelaskan, pada awal Bulan Puasa, omset memang mengalami penurunan. Tetapi, biasanya satu minggu sebelum Lebaran dan satu minggu setelah Lebaran akan menjadi masa panen bagi pedagang gultik ini.

“Kalau sudah masuk cuti bersama, anak sekolah sudah libur. Itu pasti akan ramai,” sebut dia.

Purnomo mengungkapkan, umumnya dagangan hanya sepi pembeli saat hari H, yakni saat Lebaran hari pertaa. “Karena biasanya masih makan di rumah kan. Tapi selanjutnya, pembantu pulang, warteg tutup, itu baru kita ramai,” jelas dia.

Dia mengaku lapaknya rata-rata menjual nasi gulai sekira 2-3 liter beras pada hari-hari biasa. Jumlah itu sekira 60 porsi dengan harga Rp10.000 per porsi. Sementara jika malam Minggu, bisa habis sekira 6 liter beras. Dia juga menyediakan sate usus, kulit dan ati ampela untuk melengkapi hidangan.

Purnomo Setiawan, salah satu penjual gultik di Bulungan Blok M, Jaksel. (Foto: Widi A/Okezone)

“Tapi kalau yang di dekat bundaran, itu masih bisa habis 9-10 literan,” ucap Purnomo yang mengelola lima lapak gultik ini.

Dalam sebulan, dari lapak-lapak yang dia kelola, dirinya mengantongi omset sekira Rp15 jutaan-Rp16 jutaan. “Kalau (lapak) yang di tikungan bisa Rp1,5 juta-Rp2 juta per minggu. Kalau yang lainnya, mungkin sekitar Rp500.000, tapi kadang bisa lebih juga,” ungkap dia yang juga merupakan ketua klaster gultik Bulungan.

Usaha yang dilakoni Purnomo tidak lepas dari peran PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dirinya tercatat sebagai debitur kredit usaha rakyat (KUR). Dia meminjam dana sebesar Rp100 juta pada tahun lalu dengan lama pinjaman selama dua tahun.

“Untuk nambah modal jualan,” ungkap dia.

Sebagai informasi, pada tahun 2023 terdapat penurunan target penyaluran KUR yang diberikan oleh pemerintah kepada BRI. Sebelumnya, target penyaluran KUR BRI pada 2023 mencapai Rp270 triliun. Kemudian direvisi menjadi Rp194,4 triliun.

Adapun pada periode Januari-Oktober 2023 BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp123,51 triliun kepada 2,7 juta debitur.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya