IHSG Anjlok ke 7.577, Tertekan Perang dan Outlook Negatif Fitch Ratings

Rohman Wibowo, Jurnalis
Rabu 04 Maret 2026 19:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,57 persen ke level 7.577 pada perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 4,57 persen ke level 7.577 pada perdagangan hari ini. Pelemahan tersebut dipicu oleh tekanan global dan domestik yang terjadi secara bersamaan.

Tekanan global berasal dari meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia serta memicu kekhawatiran inflasi.

Sementara itu, dari dalam negeri, sentimen negatif muncul setelah Fitch Ratings merevisi outlook Indonesia, sehingga menambah tekanan di pasar saham.

Pengamat pasar modal Hendra Wardana menekankan bahwa setiap kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada inflasi, tetapi juga berpotensi memperlebar beban subsidi serta menambah tekanan terhadap APBN. Kondisi ini terjadi karena Indonesia merupakan importir minyak.

"Ketika pasar melihat risiko fiskal meningkat, sentimen menjadi cepat berubah ke arah defensif," kata Hendra, Rabu (4/3/2026).

Hendra menitikberatkan bahwa hingga akhir Maret, arah IHSG akan sangat ditentukan oleh dua variabel utama, yakni harga minyak dan stabilitas rupiah. Selama minyak mentah Brent bertahan di bawah USD 90 per barel, tekanan diperkirakan masih sebatas volatilitas jangka pendek.

Sejalan dengan itu, Hendra mengatakan jika harga minyak mendekati USD 100 per barel dan disertai gangguan distribusi fisik di Selat Hormuz, pasar bisa memasuki fase risk-off yang lebih dalam. Secara teknikal, area 7.500–7.600 menjadi zona penopang psikologis penting.

"Jika ketegangan mereda dan rupiah stabil, IHSG berpeluang rebound secara bertahap ke kisaran 7.900–8.100 pada akhir Maret. Sebaliknya, jika eskalasi konflik meluas dan tekanan fiskal meningkat, indeks masih berisiko menguji kembali area 7.400," tutur Hendra.

Di sisi lain, tekanan pada bursa Indonesia semakin bertambah setelah lembaga pemeringkat global Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit tetap berada di level investment grade BBB.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya