“Secara spesifik, pada skenario pertama dan kedua, opsi kebijakan WFA dan efisiensi MBG dapat menjadi pilihan di samping efisiensi anggaran bermultiplier rendah," Sambungnya.
Pada skenario pertama, kebijakan WFA selama dua hari dan MBG selama lima hari dapat menghemat anggaran sekitar Rp21,1 triliun. Ditambah efisiensi anggaran lainnya, total penghematan kumulatif sekitar Rp43,3 triliun dinilai masih dapat menjaga defisit pada rentang bawah.
Pada skenario kedua, jika opsi kebijakan WFA dilanjutkan dan tidak ada penambahan jumlah penerima MBG sejak Juni 2026, penghematan anggaran ditaksir sekitar Rp35 triliun, dengan efisiensi anggaran lain yang dibutuhkan sebesar Rp68 triliun.
(Feby Novalius)